Mengenai kesejahteraan
yang masih sangat rendah dikalangan nahdliyyin masih disebabkan oleh karakter
NU yang masih belum bisa berbaris dalam berorganisasi. Pemahaman organisasi
yang masih sangat minim dikalangan pengurus NU diwilayah ranting yang sering kali
membuat instruksi kaderisasi masih belum bisa sejalan lurus dan satu frame
secara utuh. Kecenderungan kiyai NU yang lebih suka mengurusi masalah yang
sebenarnya tidak berdampak besar dalam masyarakat. Seperti perbedaan fikih
dalam beribadah, syiahisasi dan kristenisasi lebih sering dibahas daripada
permasalahan kesejahteraan umat. Bisa dilihat lembaga-lembaga kemasyaraktan NU
banyak yang tidak berjalan maksimal atau bahkan tidak berjalan sama sekali.
Optimalisasi peran sarjana muda dalam proses peralihan masyarakat konvensional menuju masyarakat digital dalam menghadapi MEA.
Oleh : Ahmad Rausan Fikri MEA atau singkatan dari masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan sejak desember 2015 lalu. Pemberlakuan MEA membuat terjadinya tiga hal yaitu 1. Aliran bebas barang/jasa 2. Aliran bebas investasi 3. Aliran bebas tenaga kerja terampil dan provesional. Namun, ironis ketika Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah sarjana pengganguran meningkat di tiga tahun terakhir secara terus menerus. Pada tahun 2014 sarjana yang menganggur sebanyak 398.298 pada tahun 2015 meningkat menjadi 565.402 dan pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi 695.304. Hal ini menjadi sebuah permasalahan serius yang harus segera dicarikan solusinya bersama.Mengingat masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan.Secara umum MEA memiliki tujuan untuk membentuk komunitas ekonomi tingkat regional antara sesama negara anggota ASEAN sebagai suatau integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan memiliki tingkat daya saing yang tinggi sert...
Komentar
Posting Komentar
081249285161