Langsung ke konten utama

Islam Nusantara dan Gerakannya



Berawal dari sebuah pertanyaan sisa-sisa diskusi islam nusantara di pra PKD kemarin. Menurut statment salah satu peserta PKD bahwa islam nusantara yang dijadikan patron oleh PBNU sejak muktamar 2015 di jombang kemarin tidak bisa membawa perubahan sosial hingga saat ini 2017. Bahkan diawal munculnya gagasan islam nusantara ini malah sempat menimbulkan kegaduhan baru. Dirasa ilsam nusantara malah semakin menambah sekat-sekat golongan dalam islam. Menurut mas anshori (dosen IAIN Jember) gagasan islam nusantara sebenarnya sama dengan islam rahmatan lil alamin yang diusung oleh PBNU dimasa kepemimpinan KH Hasyim Muzadi. Sebuah konsep pemahaman ajaran islam yang dikontekstualkan dengan nilai-nilai sosial masyarakat indonesia sehingga kehadiran islam bisa membawa sebuah kedamaian dan ketentraman bagi masyarakat indonesia secara menyeluruh tanpa membedakan suku, ras dan agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jatuh dalam lubang

Hidup adalah sebuah perjalanan. kalau kalian tidak setuju dengan ungkapan itu, tidak masalah itu adalah hak kalian hehe. Jadi ceritanya malam ini adalah malam dimana baru tadi pagi saya mencoba untuk merangkak dari awal untuk kembali menuju ke tempat yang pernah aku gapai sebelumnya. Ya anggap saja malam ini adalah malam dimulainya sebuah perjalanan baru. Perjlanan setelah aku lama jatuh dalam lubang yang belum pernah aku singgahi kedalamannya sebelumnya. Selayaknya Iman yang bisa saja naik dan bisa saja turun seiring berjalannya waktu, namun bisa saja kita anggap sebagai orang sakit ketika Iman seseorang itu terus-terusan menuju kebawah dan jatuh. Entah sebuah berkah atau sebuah hukuman ketika seseorang diberikan kesempatan atau diberikan masa melakukan sebuah petualangan di area kegelapan. Masa dimana aku merasakan beberapa hal yang dirasakan oleh mereka-mereka yang dianggap berada pada kegelapan. Menyelami alam fikiran mereka dengan menjalaninya sendiri, sehingga aku merasakan send...

Optimalisasi peran sarjana muda dalam proses peralihan masyarakat konvensional menuju masyarakat digital dalam menghadapi MEA.

             Oleh : Ahmad Rausan Fikri MEA atau singkatan dari masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan sejak desember 2015 lalu. Pemberlakuan MEA membuat terjadinya tiga hal yaitu 1. Aliran bebas barang/jasa 2. Aliran bebas investasi 3. Aliran bebas tenaga kerja terampil dan provesional. Namun, ironis ketika Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah sarjana pengganguran meningkat di tiga tahun terakhir secara terus menerus. Pada tahun 2014 sarjana yang menganggur sebanyak 398.298 pada tahun 2015 meningkat menjadi 565.402 dan pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi 695.304. Hal ini menjadi sebuah permasalahan serius yang harus segera dicarikan solusinya bersama.Mengingat masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan.Secara umum MEA memiliki tujuan untuk membentuk komunitas ekonomi tingkat regional antara sesama negara anggota ASEAN sebagai suatau integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan memiliki tingkat daya saing yang tinggi sert...

Sedikit aku untuk NUku

Mengenai kesejahteraan yang masih sangat rendah dikalangan nahdliyyin masih disebabkan oleh karakter NU yang masih belum bisa berbaris dalam berorganisasi. Pemahaman organisasi yang masih sangat minim dikalangan pengurus NU diwilayah ranting yang sering kali membuat instruksi kaderisasi masih belum bisa sejalan lurus dan satu frame secara utuh. Kecenderungan kiyai NU yang lebih suka mengurusi masalah yang sebenarnya tidak berdampak besar dalam masyarakat. Seperti perbedaan fikih dalam beribadah, syiahisasi dan kristenisasi lebih sering dibahas daripada permasalahan kesejahteraan umat. Bisa dilihat lembaga-lembaga kemasyaraktan NU banyak yang tidak berjalan maksimal atau bahkan tidak berjalan sama sekali.