Langsung ke konten utama

Pribadi yang Amnesia



Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh. selamat malam para pembaca semoga kalian tetap pada lindungan tuhan yang maha Esa. Semoga Indonesia akan terus konsisten dalam menjaga konsep kenegaraan dan berkomitmen penuh dalam meningkatkan perwujudan sebagai masyarakat yang madani. Menjadi pusat diskursus konsep kenegaraan yang damai dan sejahtera. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw. Dengan amalan-amalan Sunnah dan teladan yang terus bertebaran dalam amaliyah umat manusia.
Pembaca yang bersemangat, penulis mencoba mengajak pembaca berada pada ruang pembicaraan terkait perdebatan besar umat Islam di Indonesia akhir-akhir ini yang membawa kegaduhan nasional. Tidak bisa ditampik lagi bahwa Islam menjadi agama terbesar di Indonesia, sehingga perdebatan antar umat Islam bukan hanya akan memberikan dampak kepada umat Islam saja melainkan kepada masyarakat seluruh Indonesia. Lantas sangat perlu kita fahami sebagai masyarakat muslim Indonesia bagaimana proses masuknya islam dan prsoses penyebaran Islam dari awal hingga kini. sehingga kita akan lebih memahami bagaimana hubungan dan dampak dari keduanya dari sepanjang proses perkembangan Islam di Indonesia.
Pertama, Islam masuk ke indonesia dengan beberapa jalur masuk yang seringkali terkenal dengan adanya tiga teori jalur masuknya Islam ke Indonesia. 1) Teori Gujarat dengan corak islam yang kental dengan ajaran tasawwufnya 2) Teori Persia yang marak dengan faham syiah; dan yang ke tiga 3) Teori Arab yang juga memiliki corak Islam yang berbeda. Dari setiap jalur masuknya Islam, mereka memiliki cara pengajaran dan dakwah islam yang berbeda-beda sehingga bukan hal aneh ketika corak berfikir masyarakat muslim Indonesia sangat berfariatif. Namun yang perlu difahami adalah kita perlu mempelajari dari setiap cara dakwah dan pengajaran agama Islam di Indonesia yaitu cara yang bagaimana untuk bisa membuat masyarakat yang madani dengan penuh perdamaian.
Kedua, proses penyebaran Islam yang perlu kita telaah bersama yaitu proses yang tidak serta merta langsung diterima oleh masyarakat Nusantara kala itu, melainkan ada proses yang lancar serta cepat dan ada pula yang lambat. Seperti halnya saat kita mengacu pada Teori masuknya Islam yang ke tiga Islam masuk sejak abad ke 7 Masehi namun pada kenyataannya Islam baru benar-benar berkembang pesat pada abad 15 Masehi. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh para pelaku dakwah, berbagai cara dan metode yang disusun dengan belajar dari para pendahulu-pendahulu sehingga pada akhirnya menemukan formula yang tepat dan pas sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Maksudnya adalah perlu kita memahami kondisi yang ada dan kebaikan apa yang akan kita sampaikan, sehingga kebaikan yang akan kita sampaikan (Ajaran Islam) bukan malah menghasilkan kegaduhan (kebatilan) baru hanya karena cara yang kurang sesuai dengan kondisi yang ada.
Ketiga, perkembangan kehidupan manusia yang semakin lama semakin berkembang juga perlu difahami bersama. karena itu juga sangat mempengaruhi perkembangan Islam di seluruh dunia dan tentunya di Indonesia. Seperti pada zaman pra kemerdekaan atau lebih tepatnya pasca kelahiran organisasi Budi Oetomo 20 Mei 1908 yang sekarang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Pada zaman itu masyarakat Indonesia sudah memiliki kesdaran dan wawasan yang luas dalam mendirikan sebuah organisasi untuk memaksimalkan kekuatan sosial, politik dan budaya. Sehingga tidak terkecuali juga para penganut agama Islam mulai membentuk Organisasi kemasyarakatan dan partai politik yang berdasrakan pemahaman keislaman mereka masing-masing seperti Muhammadiyah pada tahun 1912 M, Nahdhatul Ulama tahun 1926 dan berbagai Ormas Islam lainnya yang terus bermunculan, sedangkan partai politik seperti Sarekat Dagang Islam tahun 1911, Sarekat Islam tahun 1912 dan berbagai partai Islam yang menyusul bermunculan. Perkembangan Organisasi Islam dan partai Islam di Indonesia mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi sosial politik yang ada hingga pada puncaknya pada era reformasi dengan dibukanya arus kebebesan berorganisasi dan berpendapat kelahiran-kelahiran Ormas Islam dan partai Islam semakin banyak. Kejadian semacam ini yang membuat Islam jauh semakin berfariatif dengan berbagai motif yang berbeda-beda sehingga perlu bagi kita untuk turut memahami mereka dengan bijak. Supaya kita bisa memahami bahwa ekspresi Islam di Indonesia sangatlah beragam dan perlu kita untuk memilih ekspresi yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia dan kebaikan dari nilai Islam Itu sendiri.
Dan yang terakhir, Kita sebagai masyarakat Muslim Indonesia terlebih lagi kaum muda jangan sampai kita menjadi pribadi yang amnesia yaitu pribadi yang lupa akan sejarah dirinya, sejarah akan dirinya sebagai seorang muslim dan sejarah sebagai seorang Rakyat Indonesia. Sehingga kita menjadi wajib untuk mengetahui bagai mana sejarah Islam dari awal hingga sampai pada diri kita begitupun dengan sejarah Indonesia dari awal (Mulai tercatatnya sejarah) hingga saat ini. Agar suapaya kita bisa lebih bijak dalam bertindak untuk Islam dan Indonesia kedepannya. Dengan harapan kegaduhan-kegaduhan baru yang selama ini diatas anamakan dengan penyebaran ajaran Islam tidak lagi terulang atau bisa terminimalkan.
Sebuah tulisan yang sangat sederhana dalam upaya sebuah perdamaian, semoga bermanfaat. Jika ada salah bisa langsung komen di kolom komentar. Jika ada yang benar semua adalah kehendak Nya. wassalamualaikum

Komentar

Posting Komentar

081249285161

Postingan populer dari blog ini

Optimalisasi peran sarjana muda dalam proses peralihan masyarakat konvensional menuju masyarakat digital dalam menghadapi MEA.

             Oleh : Ahmad Rausan Fikri MEA atau singkatan dari masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan sejak desember 2015 lalu. Pemberlakuan MEA membuat terjadinya tiga hal yaitu 1. Aliran bebas barang/jasa 2. Aliran bebas investasi 3. Aliran bebas tenaga kerja terampil dan provesional. Namun, ironis ketika Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah sarjana pengganguran meningkat di tiga tahun terakhir secara terus menerus. Pada tahun 2014 sarjana yang menganggur sebanyak 398.298 pada tahun 2015 meningkat menjadi 565.402 dan pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi 695.304. Hal ini menjadi sebuah permasalahan serius yang harus segera dicarikan solusinya bersama.Mengingat masyarakat ekonomi asean sudah diberlakukan.Secara umum MEA memiliki tujuan untuk membentuk komunitas ekonomi tingkat regional antara sesama negara anggota ASEAN sebagai suatau integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan memiliki tingkat daya saing yang tinggi sert...

Fakultas teknik unej

Fakultas Teknik Universitas Jember Fakultas Teknik Universitas Jember adalah fakultas yang mengunakan ilmu alam untuk membuat alat / menciptakan suatu alat untuk mempermudah manusia. Kampus Fakultas Teknik berbeda tempat dengan Fakultas lainnya  , melainkan di Kec. Patrang. Fakultas Teknik Universitas Jember memiliki beberapa Program Studi diantaranya : Program Studi Teknik Mesin  ( S 1 ) Program Studi Teknik Elektro  ( S 1 ) Program Studi Teknik Sipil  ( S 1 ) Program Studi Teknik Mesin  ( D 3 ) Program Studi Teknik Elektro  ( D 3 ) Program Studi Teknik Sipil  ( D 3 ) Fasilitas Fakultas Teknik   Ruang Kelas Ber-AC Free Hostpot Area Perpustakaan Mini Area Diskusi Bersama  Mushola Kantin Dan Fasilitas Pendukung lainnya Pembelajaran di Fakultas Teknik Fakultas Teknik mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan dengan pengetahuan alam untuk menciptakan alat untuk membantu manusia. Selain itu juga memb...

Menenun Kebaikan oleh : Iwan Pranoto

Sumber : indonesiakaya.com Memang tak adil menimpakan segala permasalahan sosial di masyarakat pada sistem pendidikan. Meski demikian, sudahkah sistem pendidikan mendesain atau mereka cipta pembelajaran bagi anak untuk mengembangkan kebaikan? Juga sebaliknya, apakah masih ada bahan serta cara ajar yang justru menyemai kejahatan seperti kebencian terhadap kelompok lain atau merendahkan insan yang berbeda? Negara dan rakyat perlu yakin bahwa setiap anak belajar menenun kebaikan di dalam ruang kelasnya agar dapat serasi bermasyarakat. Kejuangan semu Pendidikan pada hakikatnya mengemban tugas mengembangkan nilai luhur kemanusiaan. Keserasian sosial,kedamaian, serta peduli kepada sesama diasumsikan menjiwa dalam hakikat pendidikan dan diri pelakunya. Walau mungkin bukan satu-satunya, sistem pendidikan berperan sebagai salah satu sumber kebaikan dan pembangun keteraturan sosial. Pada praktiknya di beberapa negara, dalam pengajaran sejarah nasional, misalnya, bangsa sendiri selalu dituliskan ...